publikasi.id merupakan layanan jasa yang berfokus pada publikasi jurnal baik internasional maupun nasional. Tidak hanya jasa publikasi saja tetapi dari pembuatan artikel, terjemah bahasa inggris, pembuatan power point ujian, desain, jurnal skripsi, jurnal tesis, dll. Terbukti dari banyaknya pengguna jasa kami, bisa anda temukan di kolom testimoni.

Read more

Wednesday, September 2, 2015

2

Wisata di  Goa di Tulungagung yang paling terkenal yaitu Goa Pasir di Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Goa pasir ini berbeda dengan goa pada umunya. Jika anda berfikir ini goa yang terdapat banyak pasirnya, bukan itu. Gua pasir ini terbentuk dari Lubang Ceruk Besar yang di pahat di lereng batu besar yang terletak di tengah hutan. Jika pengunjung ingin menemukan goa pasir harus mendaki dulu sekitar 90 m dia atas permukaan bukit karst. Gua pasir sudah lama terkenal di Tulungagung dan biasanya dikunjungi para muda muda mudi. Di sekitar lokasi Goa Pasir terdapat makam kuno, warga sekitar menyebutnya dengan makam Mbah Bodho. Di sekitar makamnya terdapat peninggalan batuan kuno seperti Arca, Umpak, Miniatur Bangunan, Padma dan batu-batuan kuno yang bentuknya tidak teratur karena selain tidak pernah dirawat juga termakan oleh cuaca.

Tidak seperti gua kebanyakan yang memiliki banyak lorong dan dalam. Goa Pasir ini tidak memiliki panjang selayak dan kedalaman yang panjang seperti goa pada umunya. Mulut Goa Pasir ini mengarah ke timur laut dengan ukuran panjang kurang lebih 450 cm dab lebar ceruk 150 cm. Di bagian tengah ceruk terdapat relief seorang pria yang sepertinya sosok raja, bansawan, atau pendekar di dampingi wanita. Sedangkan di bagian kiri terdapat juga relief gambar seorang yang gendut dan berbibir tebal sedang berpelukan dengan wanita.
Menurut penelitian Dr. B.J. Krom dan Verbeek situs Goa pasir penar ditemuka arca batu terdapat Kronogram Saka 1325 (1403 M), 1224 (1302 M) dan 1228 (1306 m)

Menurut cerita masyarakat digunakan oleh Rajapatni, nenek Hayam Wuruk yang meninggal pada tahun 1350 M dan abu jenazahnya disemayamkan di candi Boyolangu, sekitar 12 km dari lokasi Gua Pasir. Sesangkan Relief pada ceruk Gua berkisan tentang Arjuna vivaha yang diantaranya tentang penggodaan terhadap Arjuna oleh Bidadari. Sosok pria bersorban meruapakan punakawan Arujuna yang berpakaian seperti petapa dengan mengenakan sorban di kepalanya.
 




2 comments: